Perlawanan Bangsa Indonesia terhadap Kolonial Belanda
· Perlawanan Pattimura ini terjadi pada tahun 1817. Rakyat Saparua dipimpin Thomas Matulessy (Kapitan Pattimura) melawan Belanda.
2. 2. Perang Padri. Yang
melatarbelakangi Perang Padri adalah konflik Kaum Adat & Kaum Padri
mengenai penerapan ajaran islam, Belanda ikut campur konflik antara Kaum Adat
& Kaum Padri, dan adanya keinginan Belanda memperluas pengaruh di Sumatra
Barat.
a) Fase
1 (1821-1825) : Kaum Padri Vs Kaum Adat. Tokoh yang terlibat ada James Du Puy dan
Tuanku Imam Bonjol. Pada fase ini Belanda menguasai Simawang.
b) Fase
2 (1825-1830) : Kolonel De Stuers membujuk Kaum Padri agar damai. Tuanku Lintau dan
Tuanku Nan Renceh menerima tetapi Imam Bonjol menolak. Belanda menawarkan
perundingan damai karena Belanda harus menghadapi perlawanan Pangeran
Diponegoro di Pulau Jawa.
·
Pada 15 November 1825 adanya perjanjian
Padang :
- Belanda mengakui kekuasaan Kaum Padri di
Batusangkar, Saruaso, Padang
Guguk
Sigandang, Agam, Bukittinggi
- Kedua pihak tidak akan saling menyerang
- Kedua pihak melindungi pedagang & musafir
- Belanda akan melarang praktik adu ayam
c)
Fase 3 (1830-1837) : Kaum Padri + Kaum Adat Vs Belanda. Tokoh yang terlibat ada Pasukan
Gillavary, Koto Tuo, pasukan Jacob Elout, dan Ali Basa Sentot Prawirodirjo.
·
Pada 20 Okt 1833 adanya Plakat Panjang (kesepakatan tidak akan ada lagi perang antara
Belanda & Kaum Padri). Namun Belanda melanggar dan menyerang Imam Bonjol
dan bentengnya. Belanda mengajak berdamai tetapi Imam bonjol mempunyai syarat
rakyat Bonjol bebas dari kerja paksa & tidak dikuasai Belanda.
·
Pada 28 Okt 1837 Imam Bonjol ditangkap Belanda. 23 Jan 1838 Beliau dibuang ke Cianjur. 19 Jan 1839 Ambon. 1841 Manado. 6 Nov 1864 Imam Bonjol
wafat di Sulawesi Utara.
3. 3. Perang Diponegoro
(Perang Jawa). Disebut Perang Jawa karena
perlawanannya hampir meliputi seluruh Jawa tengah dan timur.
Yang melatarbelakangi
Perang Diponegoro adalah penderitaan rakyat karena pajak & eksploitasi
Belanda, Belanda mencampuri urusan keraton, dan pemasangan patok (anjir) di
tanah makam leluhur Pangeran Diponegoro di Tegalrejo (Patok tanah itu dicabut
dan diganti tombak sebagai bentuk perlawanan 20 Juli 1825).
·
Pendukung Pangeran Diponegoro
ada Kyai Maja, Ali Basyah Sentot Prawirodirjo, dan Nyi Ageng Serang. Strategi
yang dibuat adalah menyerang Keraton Yogyakarta, mengirim kurir pada bupati
agar siap perang, mendata siapa kawan & lawan, dan membagi Yogyakarta
menjadi 16 mandala perang.
·
Jenderal Hendrick Mekus de Kock
membangun Benteng Stelsel dengan tujuan mempersempit gerak pasukan Diponegoro.
·
Perjanjian Imogiri
(17 Okt 1829) : Belanda mengajak Ali Basyah berunding dan menyutujui perjanjian
ini:
- Ali Basyah tetap memeluk Islam
- Pasukan Ali Basyah tidak
dibubarkan
- Ali Basyah & pasukan diizinkan
tetap bersorban
- 24 Okt 1829 Ali Basyah ke Yogyakarta untuk
menyerah
· 28 Mar 1830 Diponegoro berunding dengan Belanda di Magelang lalu ditipu & ditangkap. Diponegoro dibawa ke Batavia, lalu manado, dan wafat di Benteng Rotterdam, Makassar pada 8 Jan 1855.
4. 4. Perang Puputan
Jagaraga. Yang melatar belakanginya adalah
desakan Belanda pada kerajaan-kerajaan di Bali untuk menghapus Hak Tawan Karang
(setiap kapal yang terdampar di perairan Bali menjadi milik raja Bali),
mengakui kekuasaan Belanda, dan memberi perlindungan untuk pedagang Belanda.
·
Belanda menuntut
penghapusan Hak Tawan Karang, Rakyat Buleleng melakukan perang
puputan (“perang hingga titik darah penghabisan”), dan 16 April 1849 Belanda
mengalahkan pasukan Bali di Benteng Jagaraga.
·
Tokoh nya adalah Pangeran Antasari
·
Pasukan Banjar
mengobarkan semangat perang fi sabillilah (perang di jalan Allah)
· Belanda menghapus Kesultanan Banjar pada 1860
6. 6. Perang Aceh. Yang melatar belakanginya adalah Belanda membatalkan Traktat London (17 Mar 1824) dan Belanda
berambisi menguasai Aceh (Traktat Sumatra 2 Nov 1871)
a)
Fase 1 (1873-1884) : Pasukan Aceh
berhasil membunuh Jenderal Kohler
b)
Fase 2 (1884-1896) :
Belanda mengutus Snouck
Hurgronje
c) Fase 3 (1896-1904) : Belanda menaklukkan perlawanan rakyat Aceh
·
Belanda mengutus
Snouck Hurgronje untuk meneliti kehidupan sosial-budaya rakyat aceh. Hasil
penelitiannya adalah pejuang Aceh sulit dikalahkan karena jihad & ukhuwah
Islamiyah. Snouck mengusulkan :
- Memecah persatuan masyarakat Aceh
- Menghadapi ulama fanatic dengan kekuatan senjata
- Bersikap lunak pada bangsawan & tawari mereka
masuk ke pamong praja pemerintahan
kolonial Belanda.
·
Belanda dipimpin van
Heutsz menyerang pos pertahanan di berbagai daerah. Feb 1889 Teuku Umar gugur dalam pertempuran.
· Pejuangan rakyat Aceh melemah : Jan 1903 Sultan Muhammad Daud Syah menyerah, 6 Sep 1903 Panglima Polim ditangkap Belanda, 1906 Cut Nyak Dien ditangkap belanda lalu dibuang ke sumedang dan wafat pada 8 Nov 1908, Cut mutia gugur pada tahun 1910, dan Perang Aceh secara massal berakhir tahun 1912.
7. 7. Perang Batak. Yang melatarbelakanginya adalah Belanda ingin menguasai Tapanuli dan
kekhawatiran rusaknya tradisi masyarakat Tapanuli saat Zending aktif.
· Tokohnya adalah Sisingamangaraja XII
· 4 Sep 1899 Huta Puong dikuasai Belanda, 1907 pasukan Hans Christoffel mengepung Sisingamangaraja XII di
segitiga Barus Sidikalang & Singkel, dan 17 Jun 1907 Sisingamangaraja XII wafat dalam
pertempuran.
Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=9Ll8QjafbrI&t=53s
Comments
Post a Comment