Kedatangan dan Dampak Penjajahan Bangsa Eropa

Runtuhnya Kekaisaran Romawi, perang salib dan jatuhnya Konstatinopel melatarbelakangi proses masuk nya bangsa Eropa ke Indonesia. 

Kekaisaran Romawi terletak di Eropa tepatnya di negara Italia tepatnya di kota Roma. Pada masa pemerintah Kaisar Octavianus Augustus, puncak kejayaan berlangsung di mana kekuasaanya hampir meliputi seluruh Eropa, Afrika Utara, dan Afrika Barat. Tahun 476, wilayah tersebut semakin merosot dikarenakan kemunduran jaringan perdagangan antara Asia dengan Eropa pada tahun 476. Kita mengenalnya dengan (Dark Ages) dan membuat tatanan hidup bangsa di Eropa semakin kacau balau.

Perang salib adalah perang yang melibatkan masyarakat Eropa melawan Turki Seljuk dan orang Arab. Perang ini disebabkan oleh perebutan kota Yerusalem. Perang ini terbagi menjadi 7 periode berlangsung selama 200 tahun.  Kota ini direbut kembali dari raja tangan kristen yang berkuasa selama 100 tahun dalam perang khitin, Salahudin Al-Ayyubi pahlawan islam yang terkenal. Bangsa Raha Richard The Lion Heart dari Inggris menghimbau raja-raja di Eropa untuk merebut kembali kota Yerusalem, namun mereka gagal.

Faktor perang salib yaitu peziarah-peziarah kristen dilarang mengunjungi Yerusalem, Jatuhnya Dinasti Umayah di Spanyol, dan Paus Urbanus berusaha untuk mempersatukan kembali gereja Roma dengan gereja di Romawi Timur. Dampak perang salib adalah jalur perdagangan Eropa dan Timur Tengah menjadi terputus, bangsa Eropa mulai mengetahui kelemahan dan ketertinggalan mereka dari orang Islam dan Timur, dan adanya motif balas dendam.

Jatuhnya Konstatinopel ke Turki Utsmani termasuk wilayah kekuasaan kerajaan Romawi-Byzantium terjadi pada tahun 1453. Sultan Muhammad II memimpin jatuhnya Konstatinopel ini dan menimbulkan kesulitan bagi bangsa Eropa khususnya dalam bidang perdagangan dari Eropa tidak mendapatkan akses untuk berdagang di kota pelabuhan Istanbul.

Bangsa Eropa kerap melakukan penjelajahan samudera. Bangsa Eropa terkenal dengan kemahiran dalam pelayarannya, juga dalam pencarian rempah-rempah hingga perburuan mutiara dari timur.

Faktor pendorong penjelajahan samudera adalah adanya semangat penaklukan (reconquista) terhadap orang-orang yang beragama Islam, adanya keinginan mengetahui lebih jauh mengenai rahasia alam semesta, ingin memperoleh keuntungan/kekayaan yang sebanyak-banyaknya, adanya teori copericus, galilei dan galileo bahwa bumi bulat, jatuhnya konstatinopel ibu kota Imperium ke tangan dinasi Utsmani Turki, adanya keinginan untuk mendapatkan rempah-rempah, kisah perjalanan Marcopolo (1254-1324), seorang pedagang dari Venesia, Italia ke Cina yang dituang dalam buku Book of Various Experience, dan adanya semangat 3G : Gold (kekayaan), gospel (penyebaran kristen), dan Glory (kejayaan).

Comments

Popular posts from this blog

Berdjoang - Film Propaganda Pendudukan Jepang

Perlawanan Bangsa Indonesia terhadap Kolonial Belanda